Masa kecil kita begitu indah dengan aneka lagu anak-anak. Salah satu yang melekat di memori saya dan sekarang menjadi lagu yang sangat bermakna spiritual adalah cicak di dinding.
Mari kita bergembira sejenak. Yuk nyanyi bareng " cicak-cicak di dinding, diam-diam merayap, datang seekor nyamuk, hap lalu ditangkap".
Coba kita berpikir sejenak tentang cicak. Andaikan cicak diberi akal seperti manusia mungkin sudah stres dari awal kakek moyangnya. Cicak tidak bisa terbang, sedangkan nyamuk sebagai makanannya bisa terbang.
Ternyata cicak dihadirkan oleh Allah sebagai guru tentang tawakal. Kita pahami bersama bahwa tawakal adalah menyerahkan setiap hasil atau keputusan kepada Allah. Di bab tawakal ada dua wilayah, yaitu wilayah hamba (manusia) dan wilayah pencipta (Allah SWT).
Wilayah hamba perannya adalah berusaha dengan sepenuh daya dan kesungguhan, serta berdoa dengan totalitas dan penuh pengharapan. Sedangkan hasil adalah wilayah atau hak Allah SWT.
Sejenak kita renungan, apa penyebab stres melanda manusia. Karena dia offside, melewati batas wilayah hamba ke wilayah pencipta. Manusia sering sibuk memikirkan hasil, padahal itu bukan bagiannya. Maka, indikasi orang terjebak stres karena sering memasuki wilayah pencipta. Dalam sepak bola itu kena hukuman karena offside.
Kembali pada sang guru tawakal yaitu cicak. Tugas cicak hanyalah berusaha sungguh-sungguh yaitu merayap di dinding. Kemudian berdoa dengan dengan penuh kesabaran (saat menjulurkan lidahnya dan berdecak). Maka Allah menjalankan Kun Fayakun-Nya. Nyamuk yang mendatangi cicak lalu dilahap.
Bukankah panduannya juga mengajarkan seperti itu.
وَإِذَا قَضَيْتَ الْأَمْرَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ
"Dan apabila kamu telah menetapkan suatu urusan, maka bertawakkallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakal." (QS. Ali-Imran: 159)
Perhatikan dengan baik, Allah mencintai orang yang bertawakal. Pakai penegasan lagi dengan kata sungguh. Artinya ketika tawakal kita benar seperti cicak, maka Allah tidak hanya menunaikan kewajiban-Nya yaitu memenuhi hasil tawakal hamba.
Ketika Allah sudah melimpahkan cinta kepada orang yang bertawakal, maka berlaku QadarNya yang tersurat di QS. At-Talaq:2-3
وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا
Artinya: " Dan barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Allah akan membukakan jalan keluar baginya." (QS. At-Talaq: 2)
وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ ۗ اِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖ ۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا
Artinya: "dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah meng takdirkan sesuatu untuk setiap sesuatu." (QS. At-Talaq: 3)
Maka, mari kita belajar tawakal ini secara benar. Kemudian dijalankan dalam laku kehidupan. Niscaya kita akan dijauhkan dari khawatir yang berujung stres. Apabila mulai khawatir sebaiknya nyanyikan ulang lagu cicak di dinding dengan mode spiritual 😊
Senja di Desa Menari, 13 April 2026
Kang Tris DM
Jamaah RA tinggal di Salatiga dan Pengelola Desa Wisata Menari

Posting Komentar untuk "BELAJAR PADA CICAK"