JANGAN TERLAMBAT BERSYUKUR

 


‎Bersyukur menjadi tema yang terus dibicarakan di kelas Sekolah Ridho Allah (SRA).  Menjadi salah satu pilar  dari Tujuh Ilmu Penjernih Hati (7IPH).  Kenapa ini penting?  Bukankah bersyukur itu hal yang biasa dan mudah dilakukan. Eits jangan salah, kalau bersyukur itu mudah, maka tidak akan sampai diperintahkan.

‎Allah membuat satu rangkaian redaksi yang berkesinambungan.  Coba perhatikan dengan seksama QS. Ibrahim (14) :7

‎وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ

‎Artinya: "Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan: 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.'" (QS. Ibrahim: 7)

‎Syukur menjadi pengumuman sangat penting dari Allah.  Ditambah dengan bonus bertambahnya nikmat.  Ayat ini mengadung perintah yang sangat lugas untuk bersyukur.  Menandakan bahwa seandainya tidak diperintahkan dan dikasih reward, manusia bisa jadi enggan untuk bersyukur.

‎Hukum berkebalikan dari syukur nikmat adalah kufur nikmat.  Lagi-lagi Allah langsung membuat penegasan tanpa syarat.  Apabila kita mengingkari nikmat, maka adzab Allah sangat pedih.

‎Syukur itu berterima kasih atas pemberian.  Betapa kalau kita merinci pemberian Allah itu tak bertepi dan tak terhingga.  Sehingga pantas ditegaskan lagi, kalau manusia itu menghitung nikmat Allah tidak akan mampu.  Tapi nyatanya memang manusia itu suka mengingkari nikmat.

‎Mari kita tengok lebih lanjut di ayat berikut:

‎وَاٰتٰىكُمْ مِّنْ كُلِّ مَا سَاَلْتُمُوْهُ ۗ وَاِنْ تَعُدُّوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ لَا تُحْصُوْهَا ۗ اِنَّ الْاِنْسَانَ لَظَلُوْمٌ كَفَّارٌ

‎Artinya: "Dan Dia telah memberikan kepadamu segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah)." (QS. Ibrahim: 34)

‎Betapa kita sebagai manusia sering tidak menyadari nikmat Allah. Karena sudut pandang kita senantiasa keluar diri dan akhirnya memunculkan perbandingan.  Seolah kita melihat nikmat itu melekat di orang lain, sedangkan kita sedikit sekali nikmatnya. Dampaknya hati menjadi sesak dengan ratapan kekurangan.

‎Saat sedikit sadar,kita bersyukur dengan lisan yang mengucap hamdalah.  Namun sayangnya hanya sebatas dibibir saja.  Kembang lamis istilahnya.  Maka, syukur yang disampaikan pun tidak masuk ke relung kesadaran.  Maka, hidupnya juga masih terasa sempit.

‎Nah, di Sekolah Ridho Allah kita akan belajar sudut pandang syukur lebih dalam.  Bagaimana, syukur itu hadir menjadi laku kesadaran dalam hidup.  Perubahan sudut pandang ini penting, agar ketika bersyukur itu betul-betul masuk ke rasa.  Ketika bersyukur masuk ke pusat rasa, maka akan muncul kebahagiaan.  Disini terbukti, bersyukur itu bisa membersihkan dan menjernihkan hati.

‎Tidak berhenti disitu, di kelas SRA sesuai bimbingan Bapak Guru Antono Basuki Bin Prawiro Hartono, diajarkan mekanisme agar terbangun jiwa yang bersyukur.  Yup betul, bersyukur harus mengkristal  dalam jiwa.  Sehingga terbangun mekanisme bersyukur yang otomatis.

‎Dikelas kita diajarkan metode bersyukur lebih dalam dengan sujud syukur.  Polanya pun diajari agar betul-betul sampai terbentuk habit (kebiasaan). Hal ini tentu harus belajar langsung secara tatap muka, agar tidak rancu dan salah persepsi.

‎Pengalaman empiris para penempuh pembelajaran 7IPH ketika belajar metode syukur perasaan menjadi lebih tenang dan bahagia. Nah bukankah rasa bahagia ini yang selama ini dicari. Namun, nyatanya itu bersifat fluktuatif.

‎Perenungan terus melaju, mencari cara agar bahagia datang lebih cepat.  Ternyata dalam seriusnya proses, Allah mengajak kita bercanda.  Seolah mengajak berdialog, relaks dan santai dulu.  karena jawabannya justru ketemu di cuplikan podcast antara Pakdhe Toni Belok Kiri, komedian Solo yang sering saya ikuti tampilannya dengan Mas Agus Magelangan.  Pakdhe Toni menyampaikan "Jangan terlambat bersyukur, agar tidak terlambat bahagia". Jleb, langsung mengena dihati dan kesadaran😊


‎Desa Menari, 18 April 2026

‎Kang Tris DM


‎Jamaah Ridho Allah tinggal di Salatiga & Pengelola Desa Wisata Menari

Posting Komentar untuk "JANGAN TERLAMBAT BERSYUKUR"