TRANSFORMASI SKH KE SRA ADALAH SEBUAH FASE PERJALANAN




‎Sekolah Kehidupan (SKH) merupakan platform dakwah yang bermuara ke Majelis Ridho Allah.  Sebuah metode dakwah sistematis yang mengajarkan tentang Tujuh Ilmu Penjernih Hati (7IPH).  Sebuah konsep Ilmu laku yang menjadi Ilmu kehidupan.  Dimana kita semua tahu, bahwa Ilmu menjadi kunci menjalani kehidupan. 

‎Kesadaran bahwa kehidupan membutuhkan Ilmu, ternyata belum dipahami oleh semua orang.  Mereka lebih sibuk mempelajari ilmu teknis untuk menjalani puzzle kehidupan.  Tetapi, tidak mempersiapkan secara serius untuk mempelajari ilmu kehidupan yang komprehensif.

‎Ruang kosong ini diisi oleh Sekolah Kehidupan.  Mulai dari pentingnya menjalani hidup dengan paradigma yang benar sesuai desain penciptaan.  Kemudian dilanjutkan Ilmu alat yang dikenalkan dalam konsep Ilmu Penjernih Hati. Enam Ilmu yang mengurai hubungan manusia dengan Sang Pencipta.  Ditambah satu Ilmu yang membahas hubungan sesama manusia.

‎Sekolah Kehidupan menjadi laku perjalanan ruhani (suluk) dari para penggeraknya.  Sebagai proses ta'dzim para murid kepada Guru Ruhani (Mursyid) yang dalam hal ini adalah Bapak Guru Antono Basuki Bin Prawiro Hartono.  Semua semata-mata untuk membantu Pak Guru mendakwahkan amanah Ilmu Kehidupan.  Muaranya adalah hanya mengharap Ridho Allah.

‎Perlu dipahami bersama, bahwa rumah besar kita adalah Majelis Ridho Allah (RA).  Sedangkan RA sendiri adalah perjalanan ruhani dan kehidupan Bapak Guru Antono Basuki. Maka, sudah sewajarnya para murid yang membantu dijalan dakwah 7IPH ini mengikuti RA yang itu sama dengan mengikuti laku kehidupan Bapak Guru Antono Basuki sebagai pengemban amanah Ilmu ini.

‎Memasuki usia perjalanan yang ke 20 tahun, Bapak Guru Antono menggelorakan semangat Kebangkitan Islam Akhir Zaman (KIAZ). Penataan pilar-pilar dakwah dilakukan.  Maka, semua jalan dakwah disatukan dalam Ridho Allah.  Berbagai instrumen dakwah yang ada mulai dari Sekolah Kehidupan, Pesantren Kehidupan, Workshop, Pengajian disatukan menuju satu muara.  Hal ini adalah sebuah keharusan dan kewajaran.

‎Menyikapi hal ini Sekolah Kehidupan juga sami'na waatho'na.  Maka, Sekolah Kehidupan (SKH) bertransformasi menjadi Sekolah Ridho Allah (SRA) .  Kesadaran ini juga harus melekat disemua lapisan penggerak SKH, agar perjalanan ruhani juga berjalan selaras denga Pak Guru Antono. Proses ini adalah sebuah fase perjalanan yang mestinya ditanggapi dengan penuh kegembiraan. Berarti, kita tidak berjalan ditempat. Ada progres perjalanan ruhani yang wajib disyukuri. 

‎Kemauan untuk melebur ini sebenarnya adalah tangga akselerasi untuk semakin mendekat pada cita-cita perjalanan, yaitu Ridho Allah. Peleburan adalah proses melepaskan kemelekatan.  Agar hijab ego semakin menuju titik nol. Ketika ini bisa dilakukan dengan totalitas, maka akan terbuka gerbang kesadaran baru yang mempercepat menuju tujuan.

‎Peleburan adalah proses penyatuan dalam satu gerbong perjalanan.  Ibarat Mursyid (Guru Ruhani) adalah masinis, maka sudah sewajarnya seluruh awak kereta dan penumpangnya melaju dalam gerbong dan rel yang sama.

‎Ketika ini sudah bisa dijalani dengan penuh kesadaran dan keikhlasan.  Maka Ridho Allah akan tercurah limpahkan pada seluruh rangkaian perjalanan dalam gerbong 7IPH. Harapannya, kehidupan bahagia dunia dan akhirat akan lebih membumi dan terwujud dalam laku kehidupan.  Hanya dengan rahmat-Nya lah kita akan menuju Persinggahan Bahagia Ridho Allah. Aamiin YRA🤲

‎Kang Tris DM


Jamaah Ridho Allah tinggal di Salatiga

Posting Komentar untuk "TRANSFORMASI SKH KE SRA ADALAH SEBUAH FASE PERJALANAN"